Senin, 16 Agustus 2010

KEMURNIAN BENIH

I.    TUJUAN

a.    Mengetahui varietas lain yang terdapat pada benih padi 50 gr
b.    Mengetahui kotoran yang terdapat pada benih padi 50 gr
c.    Mengetahui benih murni yang terdapat pada benih padi 50 gr

II.    TINJAUAN PUSTAKA

Kemurnian benih adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih. (Sutopo, 1984)
Tujuan utama dari analisa kemurnian benih adalah untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih dan untuk mengidentifikasi dari berbagai species benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam suatu benih. Untuk analisa kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 4 komponen yaitu benih murni, benih species lain, benih gulma dan bahan lain atau kotoran. (Kartasapoetra, 1986)

Dalam pengertian benih murni termasuk semua varietas dari species yang dinyatakan berdasarkan penemuan dengan uji laboratorium. Yang termasuk ke dalam kategori benih murni dari suatu species adalah benih masak dan utuh, benih yang berukuran kecil, mengerut tidak masak, benih yang telah berkecambah sebelum diuji dan pecahan benih yang ukurannya lebih besar dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih itu termasuk ke dalam species yang dimaksud. (Justice, 1990)

Benih species lain, komponen ini mencakup semua benih dari tanaman pertanian yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. Benih gulma mencakup semua benih ataupun bagian vegetatif tanaman yang termasuk dalam kategori gulma. Juga pecahan gulma yang berukuran setengah atau kurang dari setengah ukuran yang sesungguhnya tetapi masih mempunyai embrio. Bahan lain atau kotoran, termasuk semua pecahan benih yang tidak memenuhi persyaratan baik dari komponen benih murni, benih species lain maupun benih gulma, partikel-partikel tanah, pasir, sekam, jerami dan bagian-bagian tanaman seperti ranting dan daun. (Sutopo, 1984)

Peralatan yang digunakan pada analisa kemurnian benih antara lain alat pembagi mekanis, alat pembersih kotoran fisik (seed blower), alat pembersih kotoran varietas (purity desk), alat timbangan dan peralatan lainnya seperti kaca pembesar, mikroskup stereo, forsep dan saringan. (Justice, 1990)

Analisa kemurnian benih biasanya dilakukan secara duplo. Beda antara hasil ulangan pertama dan kedua tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari 5%. Setiap komponen ditimbang lalu ditotal, dimana berat total seharusnya dengan berat mula-mula keseluruhan contoh uji untuk kemurnian tetapi bisa kurang. Persentase dari setiap komponen didapatkan dari berat masing-masing komponen dibagi berat total kali 100%. Hasilnya ditulis dalam dua desimal atau dua angka di belakang koma. (Kartasapoetra, 1986)

III.    ALAT DAN BAHAN
a.    Benih padi 200 gr
b.    Kantong plastik
c.    Timbangan elektrik

IV.    PROSEDUR KERJA

a.    Menyiapkan benih padi sebanyak 4 kantong plastik, masing-masing kantong 50 gr
b.    Memisahkan benih padi dalam kelompok benih murni, kotoran benih dan varietas lain
c.    Benih murni, kotoran benih dan varietas lain ditimbang dengan menggunakan timbangan elektrik
d.    Menentukan persentase dari masing-masing kantong dengan rumus:
      % Varietas lain = Varietas lain
                                    Berat awal

V.    HASIL DAN PEMBAHASAN

a.    Hasil pengamatan
            Data pengamatan kemurnian benih
No    Benih    Berat (gr)
        Benih murni    %    Ktoran benih    %    Var.lain    %
1.    Padi U1    48,4    96,8    1,3    2,6    0,3    0,6
2.    Padi U2    48,3    96,6    0,1    0,2    1,6    3,2
3.    Padi U3    47,7    95,4    2.0    4    0,3    0,6
4.    Padi U4    47    94    2,7    5,4    0,3    0,6

b.    Pembahasan

Pada praktikum kemurnian benih ini, praktikan menyiapkan benih padi sebanyak 4 kantong yang masing-masing kantong berisi 50 gr. Tiap bungkus yang berisi 50 gr benih padi ini dipisah-pisahkan dengan kategori benih murni, kotoran benih dan varietas lain. Setelah terpisah menjadi tiga kategori ini langkah selanjutnya adalah menimbang masing-masing kategori ini dengan menggunakan timbangan eletrik. Persentase dari benih murni didapatkan dari berat benih murni dibagi dengan  berat awal dan dikalikan 100%.

Dari hasil pengamatan diperoleh data sebagai berikut pada benih padi ulangan 1 benih murninya 96,8%; kotoran benih 2,6% dan varietas lain 0,6%. pada benih padi ulangan 2 benih murninya 96,6%; kotoran benih 0,2% dan varietas lain 3,2%. pada benih padi ulangan 3 benih murninya 95,4%; kotoran benih 4% dan varietas lain 0,6%. pada benih padi ulangan 4 benih murninya 94%; kotoran benih 5,4% dan varietas lain 0,6%. Dari data ini dapat dilihat bahwa persentase benih murni yang paling baik terdapat pada ulangan 1.
Pengujian kemurnian benih merupakan kegiatan-kegiatan untuk menelaah tentang kepositifan fisik komponen-komponen benih termasuk pula persentase berat dari benih-benih murni, benih tanaman lain, benih varietas lain, biji-bijian herba dan kotoran-kotoran pada massa benih.

Benih murni meliputi semua varietas dari setiap species yang diakui sebagaimana yang ditemukan dalam pengujian di laboratorium. Selain dari benih matang dan tidak rusak ke dalam benih murni juga termasuk juga benih yang ukurannya kurang tetapi lebih dari setengahnya dari bagian ukuran asalnya, mengkerut, kurang matang dan sudah berkecambah, dalam keadaan dapat ditentukan dengan pasti sebagai species yang diakui.
Benih varietas lain merupakan benih yang jenisnya tidak sama, misalnya benih padi dengan benih gandum, sedang yang bervarietas lain merupakan benih dari tanaman sejenis yang varietasnya berbeda, misalnya padi Serayu dengan padi Brantas.
Kotoran atau benda mati merupakan bagian dari sejumlah benih yang sedang diuji yang tidak berupa benih, melainkan benda-benda mati yang hanya mengotori benih, seperti misalnya kerikil, gumpalan tanah, sekam serta bentuk-bentuk lain yang menyerupai benih dan gulma.

Dalam pelaksanaan pengujian kemurnian ini dimana komponen-komponen telah berhasil dipisah-pisahkan, yang merupakan hasil-hasil uji benih murni, varietas lain  dan benda-benda mati atau kotoran, selanjutnya masing-masing harus ditimbang dengan seksama dengan contoh kerja dalam satuan gram, dengan memperhatikan ketentuan perhitungan sebagai berikut: karena dalam praktikum ini praktikan menggunakan benih 50 gram maka setelah menghitung persentase berat dari varietas lain dan kotoran kemudian dibandingkan dengan jumlahnya terhadap berat asli maka hasil uji komponen benih murni tidak perlu ditimbang, dianggap 100%, perhitungan selanjutnya 100% minus persentase berat varietas lain dan kotoran.
Prinsip dari pengolahan benih ialah mewujudkan benih tanaman yang unggul dan baik. Apabila benih itu ditanam atau ditumbuhkan akan mampu bertahan selama perkembangan hidupnya serta mampu memberikan produk  yang baik dan meningkat, dengan cara memberikan perlakuan antara lain memisahkan secara khusus benih yang kita pilih dari benih tanaman sejenis yang bervarietas lain, dari benih tanaman lain, dari biji-bijian herba, dari kotoran-kotoran yang melekat atau tercampur padanya. Jangkauan dari aktivitas ini adalah agar diperoleh benih yang benar-benar murni.

Pembersihan benih dari varietas lain dan kotoran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya mengingat antara benih yang kita maksud dengan hal-hal yang telah disebutkan itu pada dasarnya ada perbedaan fisik. Jadi tinggal ketekunan kita dalam melaksanakan cleaning tersebut. Dalam pelaksanaan pembersihan itu terdapat dua cara yaitu yang tradisional dan yang pemanfaatan mesin.
Cara tradisional ini seperti yang dilakukan oleh praktikan dalam praktikum kemurnian benih ini yaitu dengan memilah-milah benih murni, varietas lain dan kotoran dengan menggunakan tangan, jadi hanya mengandalkan indera perasa dan penglihatan saja. Cara ini banyak kelemahannya karena seperti kita ketahui kemampuan indera tiap orang berbeda-beda.

Pembersihan dengan mesin kegiatan utamanya meliputi scalping (tertuju pada material-material kasar), hulling (tertuju pada bagian-bagian yang lengket), shelling (tertuju pada pengelupasan kotoran yang ada di permukaan benih). Jadi pada dasarnya pembersihan fisik benih  dari fisik kotoran dan material yang tidak diperlukan akan mengaburkan, mempengaruhi dan merusak kenurnian benih.
Pembersihan benih sangat perlu dilakukan sehubungan adanya perbedaan-perbedaan fisik dan sifat yang dapat mengaburkan kemurnian benih. Perbedaan-perbedaan seperti tekstur permukaan dan warna harus kita ambil yaitu yang menunjukkan kemurnian benih, sedang yang lainnya kita pisahkan sehingga yang tinggal menunjukkan kemurnian benih tersebut.

VI.    KESIMPULAN

a.    Kemurnian benih adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih.
b.    Untuk analisa kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen yaitu benih murni, benih varietas lain, dan kotoran benih.
c.    Untuk analisa kemurnian benih beda antara ulangan pertama dan kedua tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari 5%.
d.    Dari hasil pengamatan kemurnian benih tertinggi dicapai pada benih padi ulangan 1 dimana persentase benih murni mencapai 96,8%.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar