Sabtu, 14 Agustus 2010

MENGENAL EKOSISTEM TERESTRIAL

Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem.

Ekosistem merupakan sistem yang terbentuk karena adanya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Southwick (1976) memberikan pengertian secara lebih rinci bahwa ekosistem sadalah suatu kawasan atau satuan organisasi yang terdiri atas komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi untuk menghasilkan materi dan energi yang saling dipertukarkan di antara kedua komponen tersebut. 

Ekosistem yang dinamik selalu terjadi proses yang bersifat kompleks menurut pola dan kaidah tertentu. Proses tersebut meliputi aliran energi (energy flux), rantai makanan (food chain), pengendalian (cybernetic), keanekaragaman (diversity), siklus biogeokimia (biogeochemical cyclus), serta perkembangan (population dynmic) dan evolusi (evolution).

Adanya perubahan-perubahan pada populasi mendorong perubahan pada komunitas. Perubahan-perubahan yang terjadi menyebabkan ekosistem berubah. Perubahan ekosistem akan berakhir setelah terjadi keseimbangan ekosistem. Keadaan ini merupakan klimaks dari ekosistem. Apabila pada kondisi seimbang datang gangguan dari luar, keseimbangan ini dapat berubah, dan perubahan yang terjadi akan selalu mendorong terbentuknya keseimbangan 

Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu agar praktikan mengenal berbagai macam tipe ekosistem terestrial dengan mengamati komponen dan unsur yang ada serta kedudukannya di dalam ekosistem yang bersangkutan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar